Guru PPKn MAN Tarakan Ikuti Diseminasi Pendidikan Lalu Lintas, Dorong Pembelajaran Berbasis Karakter dan Keselamatan
Humas MAN Tarakan, 22 September 2026 – Dalam upaya memperkuat pendidikan karakter dan kesadaran keselamatan berlalu lintas di kalangan pelajar, dua guru PPKn MAN Tarakan, Bungawati, S.Pd. dan Nurhalisa, S.Ag., mengikuti kegiatan Diseminasi Model Integrasi Pendidikan Lalu Lintas pada Mata Pelajaran PPKn yang dilaksanakan pada Selasa, 22 September 2026, bertempat di Polres Tarakan.
Kegiatan tersebut diikuti oleh para guru sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan pendidik dalam mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan lalu lintas ke dalam proses pembelajaran di sekolah. Kegiatan diisi oleh Iptu Pipit dari pihak Kepolisian.
Pada awal kegiatan, peserta diperkenalkan dengan Modul Model Integrasi Pendidikan Lalu Lintas yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran sekaligus acuan bagi guru dalam memberikan edukasi kepada peserta didik.
Dalam pemaparannya, Iptu Pipit menjelaskan bahwa pendidikan lalu lintas tidak hanya sebatas mengenalkan rambu-rambu, marka jalan, dan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL). Lebih dari itu, pendidikan lalu lintas juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai etika, disiplin, tanggung jawab, kepedulian, dan kesadaran terhadap keselamatan di jalan raya.
Peserta didik perlu memahami bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Ketika berada di jalan, seseorang tidak hanya dituntut menjaga keselamatan dirinya sendiri, tetapi juga harus menghormati serta memperhatikan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Materi juga memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan pelajar. Sejumlah perilaku berisiko yang masih ditemukan di jalan, seperti berkendara tanpa menggunakan helm, berboncengan melebihi kapasitas, menggunakan telepon genggam saat berkendara, serta mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi, menjadi bagian yang perlu mendapatkan perhatian bersama.
Dalam hal ini, sekolah dan orang tua memiliki peran penting dalam memberikan edukasi, pendampingan, dan pengawasan secara berkelanjutan kepada peserta didik. Sinergi antara kepolisian, sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik menjadi salah satu kunci dalam membangun budaya tertib dan aman berlalu lintas.
Pada sesi diskusi, para peserta juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, pengalaman, serta berbagai kondisi yang dihadapi di lingkungan sekolah. Salah satu pembahasan menarik adalah bagaimana pendidikan lalu lintas dapat diterapkan tanpa harus menjadi mata pelajaran tersendiri.
Pendidikan lalu lintas dapat diintegrasikan melalui berbagai materi pembelajaran maupun kegiatan kokurikuler. Khusus dalam mata pelajaran PPKn, nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan pembentukan karakter peserta didik, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kepatuhan terhadap aturan, menghargai hak orang lain, serta kepedulian terhadap keselamatan bersama.
Bagi guru PPKn MAN Tarakan, Bungawati, S.Pd. dan Nurhalisa, S.Ag., kegiatan ini menjadi pengalaman sekaligus tambahan wawasan yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di madrasah. Pendidikan lalu lintas diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi mampu diwujudkan dalam perilaku nyata peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, MAN Tarakan terus mendukung penguatan pendidikan karakter melalui pembelajaran yang kontekstual dan dekat dengan kehidupan peserta didik. Tertib berlalu lintas bukan sekadar menaati aturan, tetapi merupakan wujud tanggung jawab dan kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri serta sesama pengguna jalan.






