MAN Tarakan Ikuti Evaluasi Fasilitasi Advokasi Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN)
Humas MAN Tarakan – Dalam upaya memperkuat komitmen madrasah dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan, sejumlah guru MAN Tarakan menghadiri undangan kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Fasilitasi Advokasi Bidang Pencegahan terkait Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN).
Kegiatan tersebut diikuti oleh Budi Prasetyo Widodo, S.Pd. selaku guru mata pelajaran Biologi, Dra. Asmiati selaku guru mata pelajaran Akidah Akhlak, Andi Ferial, S.Pd. selaku guru Bahasa Indonesia, serta Sri Wahyuniati, S.Pd., M.Pd., Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas yang hadir mewakili Kepala MAN Tarakan.
Dalam kegiatan tersebut, pihak BNN juga meminta Haslidia, S.Pd., selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MAN Tarakan untuk menjadi pemateri. Hal ini menjadi bentuk kepercayaan sekaligus apresiasi terhadap peran MAN Tarakan dalam mengembangkan dan mengintegrasikan pendidikan pencegahan penyalahgunaan narkoba ke dalam proses pembelajaran.
Kegiatan evaluasi tidak hanya dilaksanakan secara tatap muka, tetapi juga diikuti melalui Zoom Meeting bersama BNN Pusat. Peserta memperoleh penguatan dan evaluasi terkait pelaksanaan advokasi serta strategi mengintegrasikan materi pencegahan narkoba ke dalam kurikulum dan pembelajaran di madrasah.
Melalui kegiatan ini, MAN Tarakan terus berkomitmen membangun lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Integrasi Kurikulum Anti Narkoba diharapkan dapat membekali peserta didik dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk mampu menolak serta menjauhi penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi MAN Tarakan untuk memperkuat sinergi dengan BNN dalam mewujudkan generasi muda yang sehat, berkarakter, berprestasi, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap bahaya narkoba.






