MAN Tarakan Perkuat Kompetensi Guru BK melalui Workshop Calon Konselor Sekolah Ramah Anak
Humas MAN Tarakan — Dalam upaya mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tarakan turut berpartisipasi dalam Workshop Kompetensi Calon Konselor Sekolah Ramah Anak: “Pengelolaan Kesejahteraan Psikologis Siswa melalui Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.”
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Universitas Borneo Tarakan melalui Jurusan Bimbingan dan Konseling, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan wawasan para pendidik, khususnya dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling yang berorientasi pada kesejahteraan psikologis peserta didik.
Dalam kegiatan tersebut, MAN Tarakan menugaskan Guru Bimbingan dan Konseling (BK), Adi Suriyanto, S.Pd., untuk mengikuti workshop sekaligus membawa semangat madrasah dalam membangun budaya sekolah yang ramah, aman, dan nyaman bagi seluruh peserta didik.
Workshop ini menjadi wadah untuk memperdalam pemahaman mengenai pentingnya kesejahteraan psikologis siswa dalam proses pendidikan. Peserta mendapatkan wawasan mengenai bagaimana menciptakan budaya sekolah yang mampu memberikan rasa aman, nyaman, dihargai, didengar, serta terlindungi kepada setiap peserta didik.
Peran guru BK menjadi sangat strategis dalam menciptakan kondisi tersebut. Guru BK tidak hanya hadir ketika siswa menghadapi permasalahan, tetapi juga berperan dalam melakukan pencegahan, pendampingan, pengembangan potensi, serta membantu siswa mengenali dan mengelola berbagai tantangan yang mereka hadapi.
Melalui workshop ini, diharapkan kompetensi guru BK semakin meningkat sehingga mampu memberikan layanan konseling yang lebih humanis, responsif, preventif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Bagi MAN Tarakan, keikutsertaan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Madrasah menyadari bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan madrasah dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan karakter dan kesejahteraan psikologis siswa.
Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh Adi Suriyanto, S.Pd. diharapkan dapat diterapkan dan dikembangkan dalam layanan BK di MAN Tarakan. Dengan demikian, siswa dapat memperoleh pendampingan yang lebih optimal dalam menghadapi berbagai persoalan sekaligus mengembangkan potensi diri.
Melalui sinergi antara Universitas Borneo Tarakan dan MAN Tarakan, diharapkan lahir praktik-praktik baik dalam mewujudkan sekolah/madrasah ramah anak yang menjunjung tinggi keamanan, kenyamanan, perlindungan, serta penghargaan terhadap setiap peserta didik.
MAN Tarakan terus melangkah menghadirkan madrasah yang aman untuk belajar, nyaman untuk bertumbuh, dan ramah bagi setiap anak.






