Bangun Lingkungan Pendidikan Aman dan Inklusif, MAN Tarakan Selenggarakan Workshop Ramah Anak
Kota Tarakan, 19 Agustus 2025 – Dalam upaya memperkuat komitmen terhadap perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak di lingkungan pendidikan, Madrasah Aliyah Negeri Tarakan menyelenggarakan Workshop Membangun Madrasah Ramah Anak dengan Inklusi sebagai Nilai Utama, pada hari Selasa, 19/8 bertempat di Ruang Pertemuan Asrama Haji Transit Kota Tarakan.
Kegiatan ini diikuti oleh para guru, tenaga kependidikan, perwakilan Madrasah Aliyah Swasta di Kota Tarakan Serta dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Tarakan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, bebas dari kekerasan, sekaligus inklusif bagi semua peserta didik tanpa terkecuali.
Dalam sambutannya, Kepala Kemanag Kota Tarakan Bapak H.Syopyan, S.Ag., M.Pd. menegaskan bahwa pendidikan harus menempatkan anak sebagai subjek utama.
> “Madrasah ramah anak bukan sekadar bebas dari kekerasan, tetapi juga bagaimana kita memberi ruang bagi setiap anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus, untuk tumbuh dan berkembang sesuai potensinya,” ujarnya.
Workshop menghadirkan narasumber dari Ahli Psikologi dari RSUD Kota Tarakan dan RS Perta Medika, yang memaparkan materi tentang prinsip-prinsip sekolah ramah anak, strategi mengintegrasikan nilai inklusi dalam pembelajaran, serta peran guru dan orang tua dalam membangun budaya positif di madrasah.
Selain sesi materi, peserta juga terlibat dalam diskusi dalam proses pembelajaran ramah anak, termasuk bagaimana menangani kasus perundungan (bullying) dan diskriminasi yang kerap terjadi di sekolah.
Dengan terselenggaranya workshop ini, madrasah berharap tercipta ekosistem pendidikan yang tidak hanya mengutamakan prestasi akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, keberagaman, dan penghargaan terhadap setiap anak.
> “Kami ingin madrasah menjadi rumah kedua yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak. Inklusi adalah kunci agar tidak ada yang tertinggal dalam proses belajar,” tambah narasumber Arif Wahyu Utama, M.Psi., Psikologi .

-480x360.jpg)


-480x360.jpg)
-480x360.jpg)
