Resmi Jadi Madrasah Inklusif, MAN Tarakan Jalin Kemitraan dengan Sekolah Model di Jawa Timur
Sebagai tindak lanjut dari penetapan tersebut, seluruh kepala sekolah yang tergabung dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Tarakan–Bunyu melaksanakan kegiatan kemitraan pendidikan inklusif ke beberapa sekolah di Jawa Timur, yaitu SMAN 1 Surabaya, SMAN 1 Sidoarjo, dan SLBN 1 Sidoarjo.
Dalam kegiatan tersebut dilakukan penandatanganan kerja sama kemitraan dengan SMAN 1 Sidoarjo sebagai sekolah yang telah berhasil menerapkan sistem pendidikan inklusif. Di sekolah tersebut, peserta didik inklusif belajar berdampingan bersama siswa lainnya dalam lingkungan yang setara dan harmonis. Selain itu, para guru juga telah mengikuti berbagai pelatihan sehingga mampu bersinergi dalam mendampingi siswa inklusif secara optimal.
Kegiatan penandatanganan kerja sama tersebut diikuti oleh seluruh kepala sekolah SMA, SLB, dan MA Tarakan–Bunyu, termasuk Kepala MAN Tarakan, Dra. Hj. Iis Aisah Ahadyah bersama Kepala SMAN 1 Sidoarjo, Dr. Imam Munawir, S.Pd., M.M..
SMAN 1 Sidoarjo sendiri dikenal sebagai sekolah model di Jawa Timur dalam mewujudkan pendidikan inklusif yang ramah dan berkesetaraan bagi seluruh peserta didik.
Kegiatan kemitraan ini turut didampingi oleh Dra. Hanni, M.Pd.. Hadir pula Ketua MKKS Tarakan–Bunyu, Jasmin, S.Pd., M.Pd. bersama seluruh kepala sekolah SMA, SLB, dan MA se-Tarakan dan Bunyu.
Melalui kegiatan ini diharapkan sekolah dan madrasah di Tarakan dan Bunyu mampu mengembangkan layanan pendidikan inklusif yang lebih baik, sehingga seluruh peserta didik dapat memperoleh hak pendidikan yang setara, nyaman, dan berkualitas.






